Skip to main content

Jangan Sekadar Angan-Angan, Banggar DPRD Desak TAPD Lampung Selatan Realistis Tetapkan Target PAD

Jangan Sekadar Angan-Angan, Banggar DPRD Desak TAPD Lampung Selatan Realistis Tetapkan Target PAD
Jangan Sekadar Angan-Angan, Banggar DPRD Desak TAPD Lampung Selatan Realistis Tetapkan Target PAD

Lampung Selatan - Rapat pembahasan anggaran perubahan antara Banggar dan TAPD di ruang rapat DPRD setempat, Badan Anggaran DPRD Lampung Selatan mendesak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk mematok target Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara realistis, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan dan kemampuan sektor penghasil retribusi, Senin (14/7/2025).

Anggota Banggar, Ahmad Muslim, menyoroti rendahnya capaian sejumlah sektor retribusi yang dinilai jauh dari target yang telah ditetapkan.

“Dari laporan yang kami terima, banyak sektor retribusi yang belum menyentuh setengah dari target. Contohnya retribusi hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipatok Rp7 miliar, realisasinya baru menyentuh Rp3 miliar. Ini jauh,” tegas Muslim.

Ia menilai sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlalu optimistis menetapkan target tanpa mempertimbangkan realita dan kapasitas yang ada.

Akibatnya, banyak target yang tampak ambisius di atas kertas, namun minim realisasi di lapangan.

“Kami sarankan, tetapkan target yang masuk akal. Jangan membuat target tinggi sekadar terlihat hebat, tapi pencapaiannya jauh dari ekspektasi. Mari bicara realistis,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Selatan, Feri Bastian, menjelaskan bahwa sumber retribusi tersebar di berbagai OPD teknis.

BPPRD, kata dia, hanya berperan sebagai koordinator dalam proses penarikan dan pelaporan.

“Target retribusi seluruhnya Rp20 miliar, namun baru terealisasi Rp8 miliar. Kami rutin berkoordinasi dengan OPD pengampu agar capaian bisa dimaksimalkan. Tapi sekali lagi, pelaksana teknis ada di OPD masing-masing,” ujar Feri.

Senada, Kepala BPKAD Lampung Selatan, Wahidin Amin, mengungkapkan bahwa sejumlah aset daerah sebagai sumber retribusi mengalami kendala teknis hingga berdampak pada turunnya potensi pendapatan.

“Beberapa aset seperti bus daerah sudah rusak dan tak layak pakai. Kita sudah lelang untuk menambah pemasukan PAD. Kendala lain masih perlu kita petakan bersama di masing-masing OPD,” jelasnya.

Rapat ini menjadi pengingat pentingnya sinergi antarlembaga, serta perlunya pendekatan yang lebih realistis dan strategis dalam merumuskan target PAD, agar tak sekadar menjadi angka tanpa pencapaian. (Adv)

Facebook comments