Lampung Selatan – Dalam rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD 2024, di ruang Banggar DPRD, Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan, Merik Havit dorong Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Lampung Selatan untuk menghasilkan kajian dan inovasi yang berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, Rabu (25/6/2025).
Salah satu fokus utama adalah pengembangan sektor pariwisata yang selama ini dinilai belum optimal mendongkrak perputaran ekonomi lokal.
"BRIDA itu ibarat jantungnya daerah. Jangan hanya habiskan anggaran untuk kajian tanpa hasil. Kajian itu harus menyentuh kebutuhan nyata masyarakat," tegas Merik.
Ia menyoroti pentingnya riset strategis, salah satunya soal pelebaran jalan provinsi di kawasan pesisir Kecamatan Rajabasa. Menurutnya, akses yang memadai akan menjadi pintu masuk pengembangan pariwisata dan berdampak pada geliat ekonomi warga sekitar.
"Potensi pariwisata kita sangat besar. Tapi bagaimana wisatawan mau betah kalau akses jalannya sempit dan fasilitas penunjangnya minim? Ini harus jadi kajian prioritas BRIDA," lanjutnya.
Merik juga menyinggung fenomena wisatawan yang lebih memilih menginap di Bandar Lampung ketimbang di kawasan wisata di tanah Khagom Mufakat, julukan Lampung Selatan.
Ia menilai, kondisi tersebut menjadi indikator minimnya fasilitas penginapan yang layak dan terjangkau di daerah destinasi.
"Ini tugas BRIDA—mengapa wisatawan tidak menginap di sini? Harus dicari akar persoalannya. Kalau perlu, buat regulasi agar investor wisata wajib membangun penginapan representatif," ujar dewan asal Kota Kalianda ini.
Politisi PDI Perjuangan itu menekankan bahwa BRIDA harus berkolaborasi dengan OPD teknis untuk merumuskan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata dan UMKM.
"Kalau wisatawan menginap, warung UMKM sekitar hidup. Perputaran ekonomi akan langsung dirasakan masyarakat," tandas Merik.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BRIDA Lampung Selatan, M. Yusuf, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti arahan DPRD.
"Kita akan segera menyusun kajian sesuai harapan dewan. Potensi wisata kita memang besar, dan itu bisa jadi penggerak ekonomi. Kami juga akan berkoordinasi dengan dinas perizinan untuk memastikan investor ikut membangun fasilitas pendukung seperti penginapan. Ini juga menjadi keinginan Bupati agar wisatawan datang, lalu tidak pergi setelah selesai berwisata," kata Yusuf.
Menurut Yusuf, ke depan BRIDA akan lebih selektif dan berorientasi pada riset-riset yang aplikatif, terutama yang mampu memberikan kontribusi langsung pada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (Adv)
Facebook comments