Skip to main content

Harus Dianggarkan, DPRD Desak TAPD Tambah Mobil Damkar di Lampung Selatan

Harus Dianggarkan, DPRD Desak TAPD Tambah Mobil Damkar di Lampung Selatan
Harus Dianggarkan, DPRD Desak TAPD Tambah Mobil Damkar di Lampung Selatan

Lampung Selatan - Dalam rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2024 di ruang Banggar DPRD, Kamis (26/6/2025), anggota Banggar Bowo Edi Anggoro meminta agar Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengalokasikan anggaran tambahan untuk pengadaan mobil damkar.

Hal tersebut dikarenakan krisis armada pemadam kebakaran di Kabupaten Lampung yang mana dari 11 unit mobil damkar yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), hanya 7 unit yang masih bisa dioperasikan dan itupun salah satunya hanya berfungsi sebagai mobil pengangkut air (lansir).

“Dari 11 unit, ada 4 yang rusak berat. Praktis hanya 7 yang operasional, dan itu belum cukup. Idealnya kita punya 17 unit agar setiap kecamatan minimal memiliki satu armada siaga,” tegas Bowo.

Ia menambahkan, untuk kondisi minimal yang masih bisa ditoleransi, Lampung Selatan harus memiliki setidaknya 9 unit mobil damkar aktif, sehingga satu armada bisa mencakup dua kecamatan.

“Kalau tidak bisa ideal, minimal ya normal dulu. Kalau sekarang ada 7, tambah satu di 2025, lalu dua lagi di 2026 dan 2027. Tolong TAPD anggarkan,” desaknya.

Kondisi kekurangan ini menjadi perhatian serius seluruh anggota Banggar, karena langsung berdampak pada keselamatan warga di saat terjadi musibah kebakaran.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan, Muhammad Sefri Masdian, membenarkan kondisi armada yang sangat terbatas tersebut.

“Dari 11 unit yang kami miliki, 4 rusak berat dan tidak bisa dipakai. Dari 7 yang tersisa, satu hanya mobil lansir untuk membawa air, bukan untuk pemadaman,” jelasnya.

Artinya, menurut Sefri, hanya 6 unit yang betul-betul dapat digunakan untuk operasi pemadaman kebakaran.

Ia juga mengungkapkan, tahun ini memang telah dianggarkan penambahan satu unit mobil damkar.

Namun itu belum cukup untuk menjawab kebutuhan ideal di wilayah yang memiliki luas dan sebaran permukiman yang tinggi seperti Lampung Selatan.

“Selain armada, kami juga kekurangan personel. Ini jadi tantangan besar dalam meningkatkan pelayanan pemadaman dan penyelamatan,” pungkas mantan Kadiskominfo Lampung Selatan itu.  (Adv)

Facebook comments