Skip to main content

Anggota DPRD Lamsel Dwi Riyanto Sampaikan Taushiyah Haru di Malam Ketujuh Wafatnya Jamaah Haji 

Anggota DPRD Lamsel Dwi Riyanto Sampaikan Taushiyah Haru di Malam Ketujuh Wafatnya Jamaah Haji 
Anggota DPRD Lamsel Dwi Riyanto Sampaikan Taushiyah Haru di Malam Ketujuh Wafatnya Jamaah Haji 

Lampung Selatan - Suasana duka menyelimuti keluarga besar jamaah haji asal Lampung Selatan, Supiun bin Salim (84). Salah satu anggota rombongan haji Kloter 56 JKG Gelombang II ini, wafat di Tanah Suci Mekkah pada Jumat, 20 Juni 2025.

Almarhum Supiun seharusnya kini berada di Madinah bersama 103 jamaah lainnya untuk menunaikan ibadah Shalat Arbain sambil menunggu jadwal kepulangan ke Tanah Air pada 5 Juli mendatang.

Namun takdir berkata lain. Pria lanjut usia asal Dusun Rejosari, Desa Sinar Ogan, Kecamatan Tanjung Bintang ini dipanggil Allah SWT setelah menunaikan rukun Islam kelima.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, termasuk sang istri tercinta, Tukinah binti Suwito (69), yang turut mendampingi selama ibadah di Tanah Suci.

Mendengar kabar duka tersebut, Dwi Riyanto, anggota DPRD Lampung Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, yang dikenal dekat dengan masyarakat dan dijuluki Konco Yasinan, langsung menyambangi kediaman almarhum pada Rabu malam, 25 Juni 2025.

Kedatangan politisi dari Dapil Tanjung Bintang, Merbau Mataram, dan Tanjungsari itu sebagai bentuk bela sungkawa sekaligus menghadiri malam ketujuh tahlilan.

Dalam suasana penuh haru, Dwi Riyanto turut larut bersama ratusan warga yang hadir dalam rangkaian doa dan yasinan untuk almarhum.

Usai doa bersama, Sudarman, tokoh agama setempat, secara spontan mendaulat mantan Komisioner KPU Lampung Selatan tersebut untuk memberikan taushiyah.

Dalam taushiyahnya yang menyentuh hati, Dwi Riyanto menyampaikan keutamaan bertakziyah dengan mengutip sabda Rasulullah SAW:

"Barang siapa yang menghibur orang yang terkena musibah, maka Allah akan memberinya pakaian kemuliaan di hari kiamat." kata Dwi.

Ia juga menyampaikan penghiburan bagi keluarga dengan menekankan keistimewaan hari wafatnya almarhum.

“Almarhum meninggal pada hari Jumat, di Tanah Suci, dan dishalatkan oleh ratusan ribu jamaah haji. Itu adalah kemuliaan yang luar biasa,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sesuai hadist Nabi Muhammad SAW, "Seorang muslim yang wafat pada hari Jumat atau malam Jumat akan dijaga dari fitnah kubur." tambahnya.

Kehadiran Dwi Riyanto tak hanya memperkuat ikatan empati antara wakil rakyat dan konstituennya, tetapi juga membawa ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Momen ini menjadi pengingat bahwa kematian bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan menuju keabadian, terlebih bagi mereka yang meninggal dalam keadaan suci di rumah Allah. (Adv)

Facebook comments