KALIANDA - Banyaknya Persoalan Lingkungan Hidup (LH) yang sering ditemukan di berbagai wilayah khususnya di Lampung. Seperti seringnya
terjadinya Ilegal logging, banjir, pembukaan lahan baru, tanah longsor dan kekeringan.
Juga apatisnya generasi penerus terhadap persoalan lingkungan hidup, kurangnya ruang terbuka hujau, penumpukan sampah di sekolah-sekolah. Disamping itu juga persoalan sampah yang tidak terkelola dengan baik, sehingga ini semua menjadi ancaman manusia dari berbagai persoalan yang ada.
“Kami selaku generasi yang berkecimpung di Lingkungan Hidup atau kelompok pecinta alam akan melakukan yang bisa dilakukan, yaitu memberikan pemahaman soal lingkungan hidup di tingkatan pelajar.
Misalkan, kami bisa mengajak untuk melakukan penanaman pohon di lahan sekolah. Sekolah bebas dari sampah, berkebun dan mendaur ulang sampah dibuat kerajinan. Inilah yang kita harapkan kedepannya,” kata Ketua Sispala LGH SMAM SAKA, Lilis Kurniasih.
Pada audensi tersebut Sispala LGH dan didampingi oleh Lembaga Wanacala Lampung (LWL) untuk melakukan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di sekolah-sekolah agar tetap hijau dan sejuk.
“ Kami berharap ini menjadi bagian kepedulian kita untuk menyelamatkan lingkungan hidup secara bersama-sama. Kita di Sispala LGH SMAM SAKA akan melebarkan gerakan peduli lingkungan hidup,” tegas Lilis Kurniasih.
Dalam Audiensi tentang penawaran Pendidikan Lingkungan Hidup digelar pada Senin, 26 Februari 2018 di Sekolah MTs MA'ARIF Sidoharjo Kalianda Lampung Selatan.
Kepala Sekolah MTs. Sidoharjo, Supriyanto mengatakan, dalam audiensi tersebut pihaknya sangat tertarik, dan nanti akan mengagendakan PLH akan diajarkan pada siswa/siswi baru. Supriyanto pun berharap kegiatan ini bisa terus menerus mendampingi untuk persoalan lingkungan hidup, khususnya di lingkungan sekolah.
Ditambahkan Lilis Kurniasih, dalam evaluasi setelah audiensi bahwa ada satu sekolah yang menolak dalam audiensi penawaran Pendidikan Lingkungan Hidup yaitu MTs N 3 Sidoharjo. “ Walaupun ada penolakan, kami akan menyelenggarakan di sekolah lain.
Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan audiensi di SMP SATAP 1, SMP SATAP 2, SMPN 2 PALAS, MTs 2 Lampung Selatan pada 27 Februari 2018. Dan masih ada sekitar 10 dekolah yang belum konfirmasi atas belum mendapat balasan dari surat yang kita kirim,” katanya.
Menurut Lilis, bahwa lingkungan dan kependudukan bisa selaras apabila satu sama lain bisa seimbang. Dalam penerapan yang ada, pelaku utamanya adalah manusia selaku penduduk, yang di fokuskan kepada pengelolaan lingkungan melalui pendekatan pendidikan lingkungan hidup. Mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi dan bahkan sampai pada tingkatan masyarakat.
Ditambahkan Lilis, lingkungan hidup akan menjadi bumerang atau menjadi persoalan bila tidak bisa mengelolanya dengan arif, bijaksana dan baik. “Ini akan mengancam keselamatan hidup manusia di masa sekarang dan dimasa yang akan mendatang.
Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) adalah program pendidikan untuk membina anak didik agar memiliki pengertian, kesadaran, sikap, dan perilaku yang rasional serta bertanggung jawab terhadap sumber daya alam atau Lingkungan Hidup demi terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan,” demikian Lilis Kurniasih. (Eman)
Facebook comments